0
Dikirim pada 04 Februari 2012 di Coretan Ku



Disuatu pulau dikepulauan polinesia, hiduplah cinta, kekayaan,
kesedihan, dan kegembiraan, mereka hanya hidup ber4 di pulau
ini, pulau kecil nan indah, pantai yang bersih, dan pemandangan
sunset yang selalu indah.
Suatu ketika permukaan air laut
meninggi diatas biasanya, mereka mulai panic dan mencari
masing masing perahu cadangan. Tapi cinta tidak
menemukannya, padahal air sudah setinggi mata lutut cinta.

Lalu
cinta melihat kegembiraan lewat, dan memanggil dia.
Cinta sambil menangis " kegembiraan, bawa aku bersama mu,
aku tidak menemukan perahu, aku tidak ingin tenggelam, tolong
bawa aku, kegembiraan!"
Tapi kegembiraan tidak mendengar panggilan cinta karena dia
terlalu gembira menemukan perahu untuk menyelamatkan diri.

Cinta semakin bersedih dan menangis karena air sekarang semaki
tinggi dan dia tidak bisa melakukan apapun, terlebih ketika listrik di
pulau ini padam, cinta semakin menangis.

Lalu datang lah
kekayaan dengan perahunya. Dan cinta pun meminta tolong
"kekayaan, tolong aku, aku tidak mau mati tenggelam disini,
tolong bawa aku di perahu mu, aku tidak menemukan perahu!,
bawa aku kekayaan! "cinta sangat berharap
" maaf cinta, tapi perahuku telah penuh dengan harta yang
kubawa, aku tidak yakin bisa membawamu, maaf cnta, perahu ku
telah penuh" jawab kekayaan sambil berlalu meninggalkan cinta.

Cinta semakin menjadi sedih nya! Bahkan sekarang dia panic
mencari barang apa yang bisa membuatnya tetap terapung. Hari
semakin sore, pulau yang listriknya padam ini hanya terlihat
kemerahan saat matahari akan terbenam, cinta semakin menagis
dan dia akhirnya melihat kesedihan berlalu bersama perahunya.
Cinta sambil menangis " kesedihan, tolong lah aku, kegembiraan
dan kekayaan tidak bisa mengajakku dalam perahu nya, bawa
aku, aku sudah tidak tahu harus kemana aku tidak mau tengelam,
bawa aku kesedihan"
Kesedihan menjawab " maaf cinta, aku sedang sedih, aku ingin
sendiri, maaf kan aku tidak bisa membawamu di perahu ini, aku
benar benar sedang ingin sendiri”

Cinta semakin menangis dan akhirnya dia putus asa, sekarang air
sudah mencapai setinggi leher cinta, dan dia sudah menangis
seharian. Hari semakin gelap dan cinta bingung…
Lalu tiba tiba datang lah sebuah perahu, dan menarik cinta keatas
perahu nya memberinya air, dan menutupi nya dengan selimut,
karena kelelahan menangis cinta tertidur tanpa sempat bercakap
dengan yang menolong nya.

Keesokan paginya, cinta sudah sampai di pulau seberang dan
dikelilingi oleh kekayaan, kesedihan, dan kegembiraan,
" cinta, kamu tidak apa apa??" Tanya kegembiraan
" maaf cinta kami kemarin tidak mengajakmu di perahu kami" ujar
kesedihan minta maaf
, "kita masih berteman kan cinta?" Tanya kekayaan
.
Cinta menjawab " dimana aku? Siapa yang membawaku kesini,
siapa dia? Aku belum sempat berterimakasih padanya karena telah
menolong ku"
Lalu ksedihan menjawab " itu WAKTU cinta, dia yang membawa
mu kesini, dia tidak banyak berbicara, dia hanya berpesan untuk
menjaga mu sampai kau bangun"
" kenapa dia pergi? Kenapa dia menolong ku?" Tanya cinta dalam
hati..

Karena memang hanya WAKTU lah yang mengerti cinta, hanya
waktu yang bisa memahami cinta, hanya waktu yang setia pada
cinta, walau dia tidak banyak berkata dia hanya menujukan nya
dalam perbuatan, sampai waktunya tiba.

Posted By : Lailatul Qadars Blog
>>>Sumber...

Dikirim pada 04 Februari 2012 di Coretan Ku
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah ngaji ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Archive
Categories
Navigation
    Affiliate Program ”Get Money from your Website”
    Affiliate Program ”Get Money from your Website”
    Affiliate Program ”Get Money from your Website”
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 290.737 kali


connect with ABATASA